Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual



Kali ini angkanya cantik nih. Tema 9 untuk Kelompok. Yeay!!!
Judulnya adalah Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan, dan Solusinya. Makin jauh kaaaan lkita melangkah. Bismillah semoga membawa banyak manfaat ya. Kali ini moderatornya adalah Bunda Putri, sekretaris kece kelas kami.


***

Kekerasan terhadap anak terutama di usia emas 0-5 tahun, tidak boleh dianggap biasa. Di usia-usia tersebut, memorinya begitu kuat sehingga semua tersimpan dengan lekat. Anak yang mendapat perlakuan kasar ketika kecil cenderung mengalami kesulitan dalam tumbuh kembangnya.

Allah sudah menganugerahkan insting mengenal bahaya pada setiap makhluk termasuk manusia. Akan tetapi terkait kemampuan membela diri, meski ada insting yang bermain, tetap saja secara naluriah anak adalah anggota terlemah.

• Usia 0-5 tahun belum dapat membela diri bukan karena tidak mampu tapi secara tenaga, ukuran badan, pikiran, dll memang kalah oleh orang dewasa atau anak yang lebih besar darinya. Sehingga cenderung lebih mudah “dikalahkan”.

• Usia 6-12 tahun anak sudah mulai lebih sering berinteraksi dengan dunia luar. Dari sini pengalaman mereka tak sebatas apa yang terjadi di rumah, tapi juga apa yang dialami di lingkungan. Sehingga anak dapat mulai memahami tentang pembelaan diri. Setidaknya berupaya meminta pertolongan dengan cara berteriak.

• Usia 13-18 tahun umumnya sudah mulai masuk fase baligh jadi bukan lagi disebut “anak”. Di fase ini anak sudah mampu mengantisipasi akan bahaya yang mengancam dirinya.

Maka disinilah lingkungan berperan mengurangi atau malah kalau bisa, menghilangkan kekerasan terhadap anak.
Peran yang dapat di ambil dari tiap anggota lingkungan diantaranya :

Orang tua
  1. Orang tua harus menyiapkan dan memahami peran orang tua dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak.
  2. Memberikan Pendidikan seks sejak dini (mengenal anggota tubuh dan fungsinya, mengajarkan perbedaan jenis kelamin, dll).
  3. Mengajarkan anak bahwa tubuhnya berharga dan harus dijaga (menginformasikan bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain).
  4. Mengajarkan anak untuk selalu berhati-hati dimana saja.
  5. Latih anak saat menghadapi bahaya di tempat umum.
  6. Bangun komunikasi dengan anak, menjadi pendengar yang baik dan penuh perhatian, hargai pendapat anak (missal saat anak menolak dicium atau minta berhenti saat digelitiki).
  7. Menjadi sumber referensi utama anak, untuk mengetahui segala hal terkait seksualitas

Masyarakat
Patroli wilayah, berfungsi untuk mengatur masyarakat agar bekerjasama dengan keamanan setempat untuk mencegah dan mengendalikan kejahatan seksual pada anak di lingkungan tempat tinggal.

Pendidikan kepada warga oleh penegak hukum. Perhatian terhadap lingkungan

  • Dengan saling mengenal antar tetangga, mempelajari kejadian-kejadian wajar di lingkungan sehingga langsung sadar ketika tejadi hal di luar kewajaran, mencari informasi kejahatan yang terjadi di sekitar lingkungan melalui media informasi, dll.
  • Memajukan lingkungan (memperbanyak penerangan jalan, memasang CCTV di sekitar tempat tinggal dan sekolah).

Jika kita mencurigai atau bahkan mengetahui ada anak yang menjadi korban kejahatan seksual, maka kita bisa melakukan hal- hal sebagai berikut:


  • Beri anak lingkungan yang aman agar dia dapat bicara kepada anda atau orang dewasa yang dapat dipercaya.
  • Yakinkan anak bahwa dia tidak bersalah, dan tidak melakukan apapun yang salah. Yang bersalah adalah orang yang melakukan hal tersebut kepadanya.
  • Mengajarkan anak untuk selalu berhati-hati dimana saja.
  • Latih anak saat menghadapi bahaya di tempat umum.
  • Bangun komunikasi dengan anak, menjadi pendengar yang baik dan penuh perhatian, hargai pendapat anak (missal saat anak menolak dicium atau minta berhenti saat digelitiki).
  • Menjadi sumber referensi utama anak, untuk mengetahui segala hal terkait seksualitas



#hari9
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter